Batu-Batu Tradisi

Memahat batu-batu dinasty

Menelusuri jejak tradisi

Menanti  mimpi, yang tak  kunjung menepi

Mencari kisah-kasih pinasti

Tembok–tembok masa lalu yang lusu

kian membisu dan angkuh

Seakan mewakili dinasti masa lalu

yang angkuh

masa lalu yang ku banggakan

kian hari kian jauh, menepi

negeriku yang dulu makmur

kian waktu kian hancur,  luluh

rakyatku yang dahulu adil  dan bersahaja

kian waktu kian angkuh,  tamak, rakus

Oh.. Kapankah bangsaku mewaris sanjaya, Shima, Wijaya.

Jember, Juli 2003

Tinggalkan Balasan