Pindah Rumah

Kira-kira waktu itu umurku baru 4 atau 5 tahun aku pindah rumah, itu kata Bapakku. Kami sekeluarga pindah dari Kp. Medan Satria ke Kp. Rawa Bambu Sawah. Mengapa disebut sawah? karena memang dearah tersebut sebagian besar masih berupa persawahan. Sawah-sawah tersebut merupakan peninggalan engkong aku (bahasa Betawi:Kakek) dari emankku.

Samar-samar aku masih ingat, waktu itu rumahku samping dan belakangnya masih berupa sawah. Tetanggaku waktu itu hanya beberapa rumah saja. Seperti Rumah Kong Dulloh, H. Saiyan, Baba Rozak yang kebetulah masih ada family dengan  engkong aku serta rumah Engkong Jeret yang berada persis di tengah sawah.  Sebenarnya ada juga persis di sisi kiri rumahku tetangga baru, namun rumahnya masih belum selesai di Bangun.

Rumahku boleh dibilang cukup sehat dan asri , karena selain disekelilingnya banyak tumbuh tanaman.  Aku masih ingat di depan rumah ada pohon Akasia, Manggah, Kelapa Kuning, 2 pohon Jambu Air, Jambu Biji, Jambu Bol, pohon Melinjo. Ada juga pohon, Pisang, Tebu, Palem, Bunga Kacapiring, serta tanaman bunga lainya. Dan yang takkala menariknya, depan rumah aku ada empang atau kolom ikan.

Di samping kanan hanya berupa tanah kosong yang katanya seh tanah mama hj. Aroh yang tak lain adalah kakak ibu aku. Sisi kiri ada rumah yang baru dibangun, menurut bapakku itu rumah Pak Soegiman pegawai Bank exim Indonesia. Di bagian belakang ada 2 buah pohon jambu air, 5 pohon nangka, pohon akasia, 3 buah pohon kelapa ijo, beberapa pohon pisang dan 1 kolom ikan.

Namun yang paling menyenangkan buat aku adalah tepat di depan rumah mengalir kali irigasi yang airnya bening. Kata orang-orang tua kali tersebut merupakan kali buatan untuk memecah aliran kali Bagasasi/Bekasi agar airnya tidak lekas ke laut. Akan tetapi yang pasti fungsinya adalah untuk pengairan sawah. Bukan hanya itu, ternyata kali tersebut sangatpenting buat kegaiatan sehari-hari masyarakat yang berada disekitar pinggir kali. Aku biasa mandi di kali, bahklan orang tuaku dan saudara-saudaraku lebih senang mandi di kali daripada di sumur.

Tapi yang pasti, ketika aku pindah aku langsung suka dengat wilayahnya karena ruang aku bermain cukup luas, tidak seperti di medan satria yang sangat terbatas sebab depan rumah kami sudah jalan raya Bekasi. dan belakang sudah banyak pabrik-pabrik yang bermunculan.

Tinggalkan Balasan