Mendorong Rakyat Miskin Jadi Pengusaha

BUS

Judul Buku            :  Menciptakan Kesempatan Rakyat Berusaha,                                                          Sebuah   Konsep Baru Tentang Hybrid Microfinancing

Pengarang               : DR. BS Kusmuljono
Penerbit                    : IPB Press
Jumlah Halaman   : 274
Peresensi                 : Deni Adam Malik*

Membaca sekilas buku karya DR. BS Kusmuljono saya teringat buku yang ditulis oleh C.K. Prahalad “The Fortune at The Botton of The Pyramid, Eradicating Poverty Througt Profit”, dalam buku tersebut Prahalad menganjurkan kepada semua pihak khususnya pihak swasta untuk mengubah cara pandang terhadap masyarakat miskin. Masyarakat miskin jangan hanya dijadikan objek ‘belas kasih dan tidak berdaya’ namun, masyarakat miskin harus dipandang sebagai subyek sekelompok orang yang menguntungkan, artinya orang miskin yang jumlahnya besar harus diberdayakan secara berkelanjutan dengan dijadikan sebagai konsumen yang potensial.

Sementara, BS. Kusmuljono – biasa di sapa Pak Bus – dalam bukunya yang berjudul “Menciptakan Kesempatan Rakyat Berusaha” lebih menekankan untuk menjadikan rakyat miskin sebagai produsen, artinya masyarakat miskin diberi kesempatan untuk menjadi entrepreneurship. Disinilah perbedaan yang paling mendasar antara Prahalad dan Kusmuljono, namun tujuannya sama, yaitu bagaimana menanggulangi kemiskinan secara berkelanjutan.

Buku setebal 274 halaman ini mengupas berbagai upaya dan langkah kongkrit yang memadukan antara teori dan praktik. Buku ini juga membahas persoalan penanggulangan kemiskinan yang dihadapi bangsa ini. Selain itu, buku yang diterbitkan oleh IPB Press mengulas secara lugas mengenai pertanian organic, serta peluang pengembangan produk yang dapat dikembangkan secara sinergis anatar petani, pemerintah daerah setempat, lembaga keuangan dan industry.

Hybrid Microfinancing

Selain menggagas agar rakyat diberi kesempatan berusaha, Pak Bus juga memberikan sebuah konsep pembiayaan keuangan bagi rakyat yang akan berusaha. Konsep tersebut merupakan hasil pemikiran dan pergulatan Pak Bus sebagai ketua Komisi Nasional Pemberdayaan Keuangan Mikro Indonesia (Komnas PKMI) dengan para pelaku bisinis keuangan mikro. Pada akhirnya konsep tersebut dipakai pemerintah yang dikenal sekarang dengan nama Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Model Hybrid Microfinancing yang dilontarkan oleh Pak Bus, didasari asumsi pokok bahwa pembiayaan usaha mikro yang terkait dengan upaya pengentasan kemiskinan dan perluasan lapangan pekerjaan, khususnya di sector pertanian, memerlukan sinergi sumber dana, yaitu : anggaran pemerintah melalui APBN/APBD dan tabungan masyarakat (dana Pihak Ketiga) melalui mekanisme perbankan.

“Perkuatan modal dan efisiensi bisnis dari usaha mikro di sektor pangan dan pertanian dalam arti luas menjadi sangat penting dan diprioritaskan pada strategi pembangunan nasional. Kesemua itu bermuara pada pemantapan kebijakan publik yang sinergi dan terkoordinasi dengan efektif melalui lembaga pemberdayaan usaha mikro,” ujarnya.

Usaha Mikro

Usaha Mikro (UM) merupakan jenis usaha skala kecil yang umumnya berupa sector informal, seperti pedagang kaki lima, penjual sayaur, petani kecil, dan usaha rumah tangga. Data Kementerian KUKM menunjukkan bahwa perkembangan UMKM terus meningkat. Jumlah unit UMKM sempat turun dari 39,7 juta pada tahun 1997 menjadi 36,7 juta pada tahun 1998, namun kemudian meningkat menjadi 44,7 juta unit pada tahun 2005 dan meningkat lagi menjadi 49,8 juta unit pada tahun 2007. Dari jumlah tersebut usaha mikro dan kecil sebanyak 99,7 %.

Adapun kebijakan keuangan mikro, perlu dilakukan pemerintah. Pada kesempatan ini, Pak Bus merekomendasikan kebijakan yang mensinergikan dana KUR Mikro yang bersumber dari Bank dengan dana Program Kementrian/Departemen dengan subsidi bunganya, menetapkan instansi yang mengurusi usaha mikro termasuk LKM-nya, dan mendorong terbentuknya Apex LKM seperti Apex BPR, dan Apex KSP.

Selain itu, pertanian yang berdaya saing seperti produk industri pangan yang siap jual menjadi landasan dari ketahanan ekonomi bangsa. Hal ini terkait dengan krisis keuangan glogal sejak 2008 lalu. Krisis global memberi banyak pelajaran dimana negara maju terutama Amerika Serikat sebagai negara pencetus krisis, dituntut kembali kepada basic ekonomi yaitu usaha mikro kecil (UMK) dan usaha pertanian.

“Dari sisi pengembangan pasar, krisis ini juga mengajarkan kita untuk mendayagunakan pasar domestik dan tidak tergantung hanya kepada pasar glogal,” tambahnya.

Melalui ide sederhana KUR dan KUR Mikro, ada banyak pihak yang mengalami empowering. Pertama, usaha mikro mendapat akses kredit dari perbangkan. Kedua, pihak perbankan terpacu untuk menyalurkan pendanaan ke sector riil usaha mikro. Ketiga, lembaga penjamin kredit memperoleh perkuatan permodalan dari pemerintah. Keempat, tentu saja membantu program pemerintah dalam pengentasan kemiskinan dan menciptakan kesempatan kerja.

Pada akhir tulisan ini saya juga ingin membandingkan konsep, Grameen Bank yang dicetuskan oleh M. Yunus dari Banglades dengan Konsep KUR Mikro yang digagas oleh Pak Bus. Konsep Grameen Bank hanya diperuntukkan bagi kaum perempuan, sedangkan gagasan KUR mikro berlaku buat siapa saja yang mau berusaha. Inilah perbedaan paling mendasar antara M.Yunus dan Pak Bus.

Kiranya buku “Menciptakan Kesempatan Rakyat Berusaha” sangat layak direkomendasikan bagi siapa saja yang bergelut dalam bisnis keuangan mikro maupun bagi praktisi penanggulangan kemiskinan. Buku ini juga sangat cocok dibaca bagi kalangan akademisi maupun pemerintahan.

Satu Balasan ke Mendorong Rakyat Miskin Jadi Pengusaha

  1. fendi mengatakan:

    Program yg bagus, kur sangat membantu usaha kecil.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.404 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: